PUISI (Sajak Hujan) - Sajak Aksara

PUISI (Sajak Hujan)


Rintik dan irama jatuhmu penuh dengan sajak
Terkadang mereka membutuhkanmu
Dan terkadang mereka membencimu
Datang dan pergi adalah kebiasaan lamamu

Tahukah sajak dalam setiap rintikanmu
ada begitu banyak makna yang sulit di tafsirkan
hingga setiap anak Adam yang ada di muka bumi
sering salah dalam sajakmu yang penuh makna

Disetiap tetesmu yang jatuh di perut bumi adalah sajak dari Ilahi
Bukan tanpa makna kau jatuh dengan ribuan tetesan air
Kau terlahir dari langit dalam kandungan awan disana
Mungkinkah kau jatuh dalam satu tetesan.

Kau datang dengan penuh makna
Hingga kau pergipun dengan meninggalkan makna itu
Sayang, sajakmu tak banyak yang tahu
Walaupun begitu kau penuh dengan sajakmu yang indah.




Share:

Posting Komentar

Makan Nasi Pecel Di Warung Tertinggi Indonesia Milik Mbok Yem

Gunung Lawu Sepertinya makan di warung warung pingir jalan sudah biasa, sudahkah kamu mencicipi makanan di gunung? Pastinya memiliki rasa da...

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes