PUISI (Gelisah) - Sajak Aksara

PUISI (Gelisah)


Sebentar lagi mentari akan menusuk cela jendela
Sementara pikiran sedang melantur entah kemana perginya
Senyum yang dulu ada kini telah usang ditelan waktu
Sayup sayup mata pada kelopaknya telah menayun
Sembari merontah pada gejolak rasa berantah

Hati sedang memutus hubungan dengan diri
Hilang semua asa yang telah dirajut sekian lama
Hilir sungai di pinggir sawah terdengar merayu buta
Himbauan bahwa hati sedang gelisah entah mengapa terjadi
Hampir pupus semua tawa yang melambai esok

Semua terasa hambar pada setiap pandangan
Sesekali menatap keluar jendela, ada sedikit harapan
Sekotak canda akan menerka tuk menghibur lara
Semakin tak karuan rasa yang berdatangan kini
Sungguh membuat tak nyaman saja hal ini

Jingga kemerahan nampak pada ujung nirwana
Jantung berdegub liar menandakan keresahan hati
Jaminan rasa akan terhimpit oleh gelisah mendalam
Jika ini adalah sebuah rasa yang sedang berdatangan
Jujur, akan ada kegelisahan selanjutnya

Jogja, 22 November 2018

Share:

Posting Komentar

Gunung Papandayan, Semangat Baru | Jurnal 15

“Semangat penuh dengan perubahan sikap untuk menjadi manusia yang lebih berguna” Gunung Papandayan yang berada di Cisurupan, Garut ini menj...

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes