Pada Suatu Malam | PUISI - Sajak Aksara

Pada Suatu Malam | PUISI

Puisi anak anak yang hampir hilang



Mata tidak pernah berbicara perihal rindu, tetapi jarak selalu menjadi bagian yang perlu didiskusikan bersamanya.

Hati tidak pernah mengatakan sesuatu kecuali rindu, tetapi cepatnya waktu menebas hari membuat tak terkejar olehnya.

Menuruti kemauan yang selalu dikejar ambisi dunia, iblis iblis itu membersamai mimpi anak anak pinggiran ditengah keramaian kota.

Entah mengapa pada suatu malam, hati selalu menjadi tak karuan, bukan rindu atau perihal cinta Aisya pada Rasulullah. Ini adalah hubungan darah antara ibu dan anak yang terpisah jauh. Jauh, sangat jauh. Beberapa hati sampai terluka dan membuat mata merintih pada suatu malam.

Lagu lagu pengantar sendu menidurkan rindu yang sedang terbangun. Tapi hati tak pernah dusta, mata tetap saja menderaskan air walau sedang tertutup rapat. Berpura pura, pura pura lupa, pura pura kuat, padahal rapuh dan tak kuat lagi.

Lihatlah bagaimana tulisan ini membuat tangis. Hanya ada jari jari yang menekan tombol tombol hitam. Semakin runyam, semuanya berantakan. Dan pada suatu malam ada harap agar dingin membawa kabar, jika semua baik baik saja.

Corona, 28 April 2020

Share:

Posting Komentar

Makan Nasi Pecel Di Warung Tertinggi Indonesia Milik Mbok Yem

Gunung Lawu Sepertinya makan di warung warung pingir jalan sudah biasa, sudahkah kamu mencicipi makanan di gunung? Pastinya memiliki rasa da...

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes